Sang terik pagi menyambut lembut pada wajah-wajah penuh harapan
Harapan kecil itu berucap "Guru itu aku...."
Semanagt membara menggetarkan sejuknya pagi
Embun-embun seolah berteteskan kesejukan padanya
Wahai siapakah dia???
Berparaskan kesejukan, bertahta keagungan
Dia berhenti tepat dikayuhan terakhir. Sekolah...
Yaa.... Itu sekolah, sekolah rakyat desa
Saat mentari mulai memunculkan terangnya
dengan tanpa resah dia berdiri dan tegap dan menyapa murid-murid yang selalu dia banggakan
bagaikan sesosok Bidadari berelokan cerita
Cerita tentang langkah-langkah pasti memenuhi dinding-dinding kokoh
dia menyentuh tangan-tangan kecil yang dia genggam erat dan ucapkan " nak, bangsa ini milikmu"
Miliki dengan sejuta cita-citamu.
Semangat itu menggelegar, membahana di langit-langit raut lugu sang murid.
Dan dia katakan pada sesudut hati yang bersinar.
0 komentar:
Posting Komentar